Wednesday, 08 September 2010
Pelarangan Burqa di AS Ditentang PDF Print E-mail
Wednesday, 14 July 2010 15:29

Tidak seperti di Eropa, di Amerika penentangan terhadap pelarangan burqa sangat besar.

 

Beberapa hari sebelum anggota parlemen Prancis melakukan pemungutan suara untuk sebuah rancangan undang-undang yang akan melarang wanita muslim mengenakan burqa di tempat umum, sebuah jajak pendapat di AS mendapati bahwa mayoritas warga Eropa mendukung larangan itu, sementara Amerika menolaknya.

Prancis dengan menggebu-gebu mendukung larangan terhadap penutup wajah muslimat, yang dikenal dengan nama burqa atau niqab, seperti halnya mayoritas penduduk Inggris, Spanyol, dan Jerman, menurut hasil survei yang dilakukan oleh Global Attitudes Project dari Pew Research Center di Washington.

Lebih dari 80% warga Prancis mengatakan akan menyetujui larangan bagi wanita muslim mengenakan penutup wajah di tempat umum, termasuk di sekolah, rumah sakit, dan kantor pemerintah. Hanya sekitar 20% yang menentang pelarangan burqa.

Mayoritas warga Jerman (71%), Inggris (62%), dan Spanyol (59%) mengatakan akan mendukung larangan burqa di negara mereka masing-masing.

Tapi di Amerika penentangan terhadap pelarangan burqa sangat besar. Sekitar 70% warga Amerika mengatakan bahwa mereka menentang larangan terhadap burqa di tempat umum. Demikian suaramedia.com.

Majelis Nasional Prancis akan melakukan pemungutan suara pada 13 Juli, sehari sebelum hari libur nasional Prancis, apakah mereka akan melarang burqa di tempat umum. RUU itu kemudian akan dikirim ke Senat Prancis untuk pemungutan suara bulan September.

Jika RUU itu disahkan, wanita muslim yang menggunakan burqa di tempat umum didenda 150 euro (sekitar Rp 1.650.000).

Bukan hanya wanita muslim yang terancam RUU itu. Pria muslim yang memaksa istri atau putrinya untuk mengenakan burqa menerima hukuman yang lebih berat, denda hingga 30.000 euro (Rp 330.000.000), dan penjara selama satu tahun.

Sebuah larangan di Prancis hanya akan berdampak pada segelintir wanita muslim. Karena, menurut Departemen Dalam Negeri Prancis, di negara itu, rumah bagi minoritas muslim terbesar di Eropa, hanya ada sekitar 1.900 wanita muslim yang memakai burqa.

RUU serupa di Belgia dan Spanyol ditangguhkan proses pengesahannya.

RIS

 

 

 

 

 

Last Updated on Wednesday, 14 July 2010 15:34
 

Add comment


Security code
Refresh

Mutiara Hadits