|
Dari masa ke masa buku ini tidak pernah habis dikupas dan dipelajari. Semakin jauh dikaji, semakin banyak untaian mutiara ilmu yang menyeruak ke permukaan. Kini tersedia dalam edisi bahasa Indonesia, kaum muslimin Indonesia pun dapat menyelami ajaran-ajaran Rajanya para Wali ini dengan mudah.
Al-Ghunyah, yang terdiri dari dua juz dan terbagi menjadi lima bab, diterjemahkan ke dalam satu buku. Berisi pembahasan masalah fiqih, aqidah, akhlaq, doa-doa, dan tasawuf.
Salah satu kutipan yang sangat menarik yaitu mengenai masalah ketuhanan. Ia menyitir hadits Rasulullah SAW, “Setelah Allah SWT selesai menciptakan makhluk, ketika bersemayam di atas Arasy, Dia menetapkan satu ketetapan bagi-Nya yang berbunyi, ‘Rahmat-Ku mengalahkan (dalam riwayat lain menggunakan redaksi “mendahului”) kemarahan-Ku’.”
Menurutnya, “Kita harus memahami makna ‘bersemayam’ bagi Allah di atas Arasy dengan apa adanya. Tidak boleh ditakwilkan dengan ‘menduduki’ atau ‘menyentuh’, sebagaimana yang dipahami oleh kelompok Mujasimah dan Karamiya, atau ‘berada di atas’, sebagaimana yang diyakini oleh kelompok Asy’ariyah, atau ‘menguasai’ dan ‘mengalahkan’, sebagaimana yang dikatakan kelompok Mu’tazilah. Sebab tidak ada satu pun nash atau keterangan dari para sahabat, tabi’in, maupun ulama salaf yang mengartikan demikian. Mereka mengartikan apa adanya, seperti yang terkandung dalam nash.”
Dalam catatan sejarah, perkataan Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani ini sempat dinukil oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab Al Istiqamah. Semua itu menunjukkan kelurusan aqidahnya dan penghormatannya terhadap manhaj salaf.
Penulis: Syaikh Abdul Qadir Al-Jaelani Judul Asli: Al-Ghunyah li Thalibi Thariq Al-Haqq ‘Azza wa Jalla Penerjemah: Abad Badruzzaman, Lc., M.Ag., Nunu Burhanuddin, Lc., M.Ag. Penerbit: Sahara, Jakarta Harga: Rp. 89.000,-
Pesan Segera! |




