Friday, 18 May 2012

Share

Bagikan Artikel Ini

Sebagian ulama mengatakan, para wali adalah kaum yang, bila kita memandang mereka, kita akan teringat Allah SWT. Ini pula yang dialami oleh seorang yang juga mencapai taraf waliyullah, Al-Imam Al-Arif billah Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad, yang terekam dalam qashidahnya.

Dalam qashidah tersebut, Habib Abdullah Al-Haddad mengungkapkan kepiluan hatinya saat para waliyullah pergi meninggalkan dunia fana. Betapa tidak, para waliyullah itulah yang senantiasa menyemarakkan bumi dengan munajatnya kepada Sang Khaliq.

Mereka pula yang menerangi bumi saat kegelapan menyelimuti, dengan akhlaq dan sifat-sifat terpuji. Jika mereka tiada, bagaimana dengan manusia, yang semakin hari semakin terperosok ke lembah maksiat? Begitulah pula Habib Abdullah, yang saat itu mendapati umat Islam sudah jauh dari thariqah para salaf, yang teguh memegang ajaran Rasulullah SAW.

Ia memaparkan kegundahannya tersebut dengan cara menyebutkan sifat-sifat dan akhlaq mulia para kekasih Allah, yang kebanyakan berasal dari kalangan ahlul bayt tersebut. Kalimat-kalimat yang disusunnya begitu indah dan menyentuh hati.

Ini adalah buku pertama dari dua buku penjelasan qashidah Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad yang ditulis oleh muridnya sendiri, Habib Ahmad bin Zen Al-Habsy. Sang murid memberinya judul Ainiyah, karena setiap bait qashidah diakhiri dengan huruf ‘ain.

Insya Allah, dengan membaca buku ini kita akan terdorong untuk meneladani kemuliaan akhlaq para waliyullah tersebut.


Penulis: Habib Ahmad bin Zein Al-Habsyi
Penerbit: Cahaya Ilmu Publisher, Surabaya, Jawa Timur
Harga: Rp.69.000,-

Pesan Segera!
Hubungi bagian Sirkulasi Majalah alKisah
Jalan Pramuka Raya No. 410, Jakarta 13120
Telp. 021-856. 2257/ 8590. 0947
Fax: 021-8590.0947
e-mail: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

 

Add comment


Security code
Refresh

Mutiara Hadits