|
Habib Ali bin Sholeh Alatas Pencipta Langgam Ad-Diba’i |
|
|
|
|
Kala itu, ia membaca mengikuti apa yang didengar dan diajarkan ayahnya datar saja, tidak ada langgam. Berkat kecerdasannya yang lekat dengan dialek Betawi ini, ia menciptakan langgam sendiri khas Hadhrami.
|
|
Habib Umar bin Ali bin Abdul Qadir Assegaf, Nuangan, Sulawesi Utara Berdakwah dari Pintu ke Pintu |
|
|
|
|
Ia berdakwah hanya berbekal kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.
|
|
|
Habib Muhsin bin Ali Bin Hamid : Agar Rasulullah SAW Tersenyum… |
|
|
|
|
Sekalipun jadwal mengajarnya cukup padat, ia tidak berhenti untuk menuntut ilmu, belajar, dan terus belajar. Prinsip yang dipegangnya adalah seperti yang diucapkan Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki kepada murid-muridnya, “Maa Zilta Thaliban (Sampai kapan pun, engkau tetap seorang pelajar/penuntut ilmu).”
|
|
Habib Muhammad Al-Bagir bin Alwi Bin Yahya : Totalitas Dakwah dengan Akhlaq Karimah |
|
|
|
|
Pada dirinya bermuara banyak keberkahan. Dari berkah Habib Utsman Bin Yahya, Habib Alwi Al-Haddad Keramat Empang, Habib Umar Bin Hud Cipayung, hingga Habib Umar Bin Hafidz dan Habib Rizieq Syihab.
|
|
|
|
|
«StartPrev1234567NextEnd»
|
|
Page 1 of 7 |