Monday, 21 April 2014
Home Dunia Islam Karya-karya Orientalis : Antara Manfaat dan Madharat (Bagian 1)
Karya-karya Orientalis : Antara Manfaat dan Madharat (Bagian 1) PDF Print E-mail
Tuesday, 11 June 2013 18:05

www.majalah-alkisah.comBeberapa tokoh orientalis diakui cukup berjasa dalam menggali buku-buku warisan Islam dan disebarkannya setelah ditahqiq dan disistematiskan. Namun demikian mengkritisi karya-karya mereka adalah sebuah keharusan.

 

Orientalisme, dalam kamus bahasa Indonesia, adalah ilmu pengetahuan tentangketimuran atau tentang budaya ketimuran. Dr. Hasan Abdurra‘uf dalam bukunya yang berjudul Buhuts fi at-Tabsyir wa al-Istisyraq (Pembahasan tentang Misionarisme dan Orientalisme) menyebutkan, kata orientalisme secara umum diberikan kepada orang-orang non-Arab yang mempelajari ilmu-ilmu ten­tang ketimuran, baik itu dari segi ba­hasa, agama, sejarah, maupun adat-istiadatnya. Orang yang mempelajari ilmu itu disebut orientalis (mustasyriq).

 

Namun, karena berbagai studi men­cakup peradaban, agama, seni, sastra, ba­hasa, dan kebudayaan dunia Islam yang digali oleh mereka kemudian juga digunakan untuk melakukan perang pe­mikiran dengan kaum muslimin, muncul­lah konotasi yang negatif pada kata ini. Yakni, orientalisme dimaknai sebagai sen­jata budaya ilmuwan Barat dalam pe­rang pemikiran dengan kaum muslimin.

Gelombang pemikiran ini telah mem­berikan andil besar dalam membentuk persepsi Barat terhadap Islam dan dunia Islam, untuk selanjutnya mereka kuasai dengan langkah-langkah politik dan ke­budayaan. Mereka menggali dan meng­ungkap kemunduran pola pikir dunia Islam era klasik dalam rangka pertarung­an peradaban antara Timur dan Barat.

Sejarah awal tumbuhnya orientalis­me sulit dipastikan. Sebagian sejarawan cenderung berpendapat bahwa orien­talisme bermula dari zaman Daulah Is­lamiyah di Andalusia. Sebagian lain mengatakan bermula ketika terjadi Pe­rang Salib.

Khusus tentang kajian ketuhanan bangsa Timur sudah tampak secara res­mi sejak dikeluarkannya keputusan Kon­sili Gereja Viena tahun 1312 M dengan memasukkan materi bahasa Arab ke berbagai universitas di Eropa.

Orientalisme muncul di Eropa pada penghujung abad ke-18 M. Pertama kali muncul di Inggris tahun 1779 M, lalu di Prancis tahun 1799 M dan dimasukkan ke dalam Kamus Akademi Prancis pada tahun 1838 M.

Tokoh Orientalisme

Teramat banyak tokoh orientalis. Beberapa di antaranya, berikut ini, boleh dikatakan sebagai pionir dalam kajian dunia Timur.

Adalah Gerbert d’Oralliac, seorang pendeta Venezia, yang mula-mula bel­ajar dunia Timur kepada seorang ilmu­wan Kristen Andalusia. Setelah kembali dari sana, berkat pengetahuannya, ia terpilih sebagai pendeta agung dengan gelar Paus Silvester II, paus pertama dari Prancis.

Tahun 1130 M seorang kepala uskup Toledo menerjemahkan beberapa buku ilmiah Arab di Andalusia. Kemudian jejak ini diikuti oleh Gerard de Cremona dari Italia. Ia pergi ke Toledo dan menerje­mahkan buku tidak kurang dari 87 judul di bidang filsafat, kedokteran, astronomi, dan geologi. Di Prancis muncul Pierre le Venerable, seorang pendeta Venezia dan kepala biarawan Cluny, membentuk kelompok penerjemah untuk menda­pat­kan pengetahuan orisinal tentang Islam. Ia sendiri adalah orang pertama yang menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam bahasa Latin. Adapun penerjemahan ke dalam bahasa Inggris dilakukan pertama kali oleh Robert of Ketton.

Juan de Sevilla, Yahudi yang masuk Kristen, muncul pada pertengahan abad ke-12 dan menaruh perhatian pada bi­dang astronomi. Ia telah menyadur em­pat buah buku berbahasa Arab karya Abu Ma’syar Al-Falaki yang penerjemah­annya dibantu oleh Adelard. Ada juga Roger Bacon dari Inggris menuntut ilmu di Oxford dan Paris dan meraih gelar dok­tor di bidang theologi. Ia menerje­mahkan buku berbahasa Arab Mir’at al-Kimya tahun 1251 M.

Anehnya, sebahagian kalangan ge­reja tidak sepenuhnya simpatik dengan kaum orientalis. Hadrian Roland, pro­fesor bahasa-bahasa Timur pada Uni­versitas Utrecht Belanda, yang menulis buku Muhammadanism dalam bahasa Latin, karyanya dianggap terlarang oleh gereja-gereja Eropa. Bahkan Johann J. Reiske, seorang orientalis Jerman, di­tuduh zindik karena sikapnya yang positif terhadap Islam.

Sebaliknya, ada juga yang dielu-elukan pihak gereja. Seperti Goldziher, orientalis berdarah Yahudi dan penulis buku Sejarah Aliran-aliran Tafsir dan Mu’jam Mufahras Hadits, S.M. Zwemer, orientalis dan zending Kristen pendiri ma­jalah Al-Islam, yang merupakan kum­pul­an makalah yang disampaikan pada muk­tamar Kristenisasi II tahun 1911 M di Luck­now, India, yang karyanya sangat di­perhitungkan oleh kaum gereja dan Barat.

Di era belakangan, ada Silvestre de Sacy, seorang orientalis yang menekuni sastra dan nahwu yang berjasa mendiri­kan pusat pengkajian Islam di Paris,  yang pernah berhubungan dengan Rifa’at Ath-Thahthawi, pemikir muslim Mesir. Di sam­ping itu juga ada Thomas W. Arnold, penulis buku laris berjudul The Preaching of Islam, Gustave le Bon, orientalis yang atheis, yang tidak di­hargai orang Barat sendiri. Kemudian Z. Honke, Anne Marie Schimmel, Thomas Carlyle, Renier Ginaut, Dr. Granier, dan Goethe, yang tergolong moderat.

Di antara tokoh yang menebar ke­bencian kepada Islam ialah A.J. Wen­sinck, penulis buku Akidah Islam, yang ter­bit tahun 1932, yang mengandung ba­nyak kecaman terhadap Islam, K. Cragg, orientalis Amerika, penulis buku Dakwah dan Menara Azan, yang terbit tahun 1956 M, Louis Massignon, D.B. Mac Donald, D.S. Margoliouth, A.J. Arberry.

Mulanya perhatian kaum orientalis tertuju pada studi peradaban bangsa Arab dan tradisi Islam. Namun belakang­an, mereka mengusik doktrin-doktrin Islam yang baku, seperti tauhid, fiqih, dan lain-lain. Mereka di antaranya ialah R.A. Nicholson, orientalis Inggris yang me­nolak kespiritualan Islam, mengang­gap Islam sebagai agama materialistis, dan tidak mengakui keluhuran manusia. Bukunya yang terkenal ialah Shufi-Shufi Islam (1910) dan Sejarah Kesusastraan Arab (1930).

Begitu juga dengan J. Schacht, pe­nulis buku Ushul Fiqih Islam, dan Alfred Guillaume, orientalis Inggris yang sangat fanatik memusuhi Islam, yang menulis buku berjudul Al-Islam.

(Bersambung)

Pasang iklan dilihat ribuan orang? klik > murah dan tepat sasaran">Serbuanads >> MURAH dan TEPAT SASARAN

Last Updated on Tuesday, 11 June 2013 18:08
 

Add comment


Security code
Refresh