Friday, 18 May 2012

Share

Bagikan Artikel Ini

Opini.

 

 

“Sifat penyayang tidak akan dicabut kecuali dari orang-orang yang celaka.” (HR Bukhari).

 


 

Mengapa Indonesia bisa menjadi negara muslim terbesar di dunia? Apakah karena Indonesia memiliki angkatan perang yang sangat besar sehingga ditakuti oleh bangsa-bangsa lain? Tidak. Bahkan, angkatan laut kita, yang memiliki tugas berat menjaga seluruh perairan negeri ini, misalnya, hanya memiliki dua kapal selam. Sementara Singapura, sekadar sebagai bandingan, yang wilayah lautnya jauh lebih kecil daripada wilayaha laut negara kita, memiliki enam kapal selam.

Indonesia menjadi negara muslim terbesar di dunia tak lain karena pandangan-pandangan umatnya sangat menjunjung tinggi ukhuwah atau persaudaraan. Mulai dari ukhuwah Islamiyah, persaudaraan antara umat Islam, ukhuwah wathaniah, persaudaraan antar-bangsa, sampai ukhuwah basyariah, persaudaraan antar-sesama umat manusia.

Iran, yang jelas-jelas negara muslim, tentu adalah saudara kita. Saudara kita sesama muslim, ukhuwah Islamiyah. Sebagai saudara sesama muslim, Indonesia dan Iran harus saling berkasih sayang. Dalam sebuah hadits dikatakan, “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh. Apabila satu anggota badan merintih kesakitan, sekujur badan akan merasakan panas dan demam.” (HR Muslim).

Namun, dalam ajaran Islam, kasih sayang tidak terbatas hanya pada sesama umat Islam, melainkan juga kepada umat lain.

Para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, secara keseluruhan kami ini penyayang."

Beliau bersabda, “Kasih sayang bukan kepada teman saja, tetapi kepada manusia seluruhnya.” (HR Imam Thabrani).

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah dalam kitab At-Targhib juz II/217-218, Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah beriman kepadaku orang yang tidur nyenyak dan kenyang di malam hari sementara tetangganya kelaparan padahal ia mengetahui hal itu."

Bahkan kasih sayang itu bukan hanya kepada umat manusia, melainkan juga terhadap seluruh makhluk dalam alam semesta. Allah SWT berfirman, "Dan tiadalah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS Al-Mu'minun: 107).

Kasih sayang terhadap makhluk merupakan syarat utama untuk mendapatkan kasih sayang Sang Pemilik segala kasih sayang. Nabi SAW bersabda, "Sayangilah makhluk yang di bumi, maka Dzat yang ada di langit akan menyayangimu.” (HR Imam Thabrani).

“Barang siapa tidak menyayangi orang lain, Allah tidak akan menyayanginya.” (HR Imam Thabrani).

Amerika, yang adalah sebuah bangsa, juga saudara kita, ukhuwah wathaniah. Saudara yang juga harus kita sayangi.

Nah, kini hubungan Amerika dan Iran semakin panas. Masing-masing semakin unjuk kekuatan, terutama angkatan lautnya.

Kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln terlihat melintasi Selat Hormuz, Selasa (14/2), bahkan telah mencapai jarak yang amat dekat dengan pantai Iran. Sementara, tak kalah, kapal patroli dan jet tempur Iran pun membayang-bayangi kapal induk AS itu.

Memang belum terjadi insiden apa pun selama ini. Namun, kalau keduanya tidak bisa mengendalikan emosi, tak tertutup kemungkinan pecah perang.

Sudah terlalu banyak analisis yang membicarakan ketegangan hubungan dua negara itu. Saya hanya mengimbau kepada para pengamat, penasihat penentu kebijakan kedua negara, lebih-lebih jika Anda adalah seorang muslim, jangan memprovokasi pecahnya perang.

Hati-hatilah, jangan sampai Anda celaka gara-gara tidak peduli kepada saudara-saudara kita itu. Sebagaimana diingatkan sebuah hadits, "Sifat penyayang tidak akan dicabut kecuali dari orang-orang yang celaka.” (HR Bukhari).

Sekali lagi, hati-hati, jangan sampai Anda celaka gara-gara menjadi provokator perang.

 

ES

 

 

 

 

Add comment


Security code
Refresh

Mutiara Hadits