Sunday, 20 April 2014
Home Berita Terbaru
Terbaru
Pola Makan sewaktu Berpuasa PDF Print E-mail
Friday, 20 July 2012 15:38

Bersama Prof. Dr. dr. Anies Al-Habsyi, M.Kes., P.K.K.

Berpuasalah kalian agar sehat, demikian anjuran Rasulullah. Sayangnya kita sering salah dengan pola makan ketika berpuasa. Sehingga bukan sehat yang didapat, melainkan sebaliknya.

Majalah alKisah, Prof. Dr. dr. Anies Al-Habsyi, M.Kes., P.K.K.
“Badan saya terasa lesu dan lemah, kepala nyeri, perut pedih sekali, Dokter…,” kata seorang pasien yang datang berkonsultasi di awal bulan puasa tahun lalu.

“Berat badan saya turun tiga kilo, rasanya loyo dan tidak bergairah, Dok...,” keluh seorang ibu begitu masuk ruang praktek.

Dalam kenyataan sehari-hari, banyak kegiatan yang dibatalkan atau diundur sampai sehabis bulan Ramadhan. Puasa dihubungkan pula dengan timbulnya rasa lesu, lemah, serta kurang berkonsentrasi. Ini sebenarnya tidak terkait langsung dengan ibadah puasanya, melainkan karena pola makan yang berubah, dari tiga kali sehari menjadi dua kali: makan sahur dan buka.

Puasa tidak harus menimbulkan gangguan kesehatan, bahkan dalam banyak kasus justru membuat tubuh menjadi bugar. Tentu saja yang tidak kalah penting adalah pengaturan buka puasa dan makan sahur, sebagai rangkaian dari ibadah puasa tersebut.  

Puasa sering dikaitkan dengan kesehatan, baik berupa gangguan kesehatan maupun pengaruhnya yang positif terhadap sesuatu penyakit yang sedang diderita. Ada sisi lain yang sering terlupakan. Sebenarnya bukan puasa itu sendiri yang menjadi kambing hitam, terutama terhadap gangguan kesehatan yang timbul, melainkan pola makan sewaktu berpuasa. Karena itu, pola makan sewaktu berpuasa merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan, agar tidak menimbulkan berbagai keluhan.

Pola Makan yang Salah

Dalam kenyataannya, tanpa disadari, ternyata banyak orang yang telah menerapkan pola makan salah sewaktu berpuasa. Makan sahur dan buka puasa tidak dilakukan secara benar, asalkan makanan dan minuman masuk ke dalam perut sesuai selera.
Pada hakikatnya, makan sahur dan buka puasa bukan sekadar makan dan minum. Di sini terkandung banyak aspek kesehatan yang harus diperhatikan, agar tidak menimbulkan berbagai keluhan.

Sewaktu makan sahur, porsi makan ikut memegang peranan. Porsi makan sahur seyogianya tidak terlalu besar, sampai untuk menghela napas pun terasa berat, karena kekenyangan. Orang-orang tertentu yang khawatir badannya lesu atau gejala-gejala negatif di siang hari cenderung makan sahur melampaui takaran yang lazim. Padahal ini sering kali menjadi bumerang.

Sehabis makan, kadar gula darah akan meningkat dan memacu pengeluaran hormon insulin, yang berfungsi mengangkut gula darah menuju jaringan tubuh. Ini untuk menyimpan makanan yang tidak langsung digunakan tersebut sebagai sumber tenaga yang dapat dicadangkan. Sifatnya hanya sementara, karena akan dilepaskan lagi pada siang hari. Akibat dari suatu mekanisme, bila makan sahur terlalu banyak, justru efek negatif yang dapat timbul, antara lain berupa lemah, lesu, sakit kepala, dan perut terasa pedih.

Porsi makan sahur yang baik adalah yang tidak melampaui porsi makan ketika tidak berpuasa. Sangat dianjurkan berupa makanan yang mudah dicerna,  dapat menjadi cadangan kalori, protein tinggi, serta membuat lambung tidak cepat hampa makanan.  Makanan yang demikian misalnya nasi, telur, dendeng, rendang, ikan, serta sayur-sayuran. Lebih baik dihidangkan pula buah segar yang tidak merangsang sebagai penutup makan sahur. Misalnya semangka, timun, pir.

Ada pula orang yang cenderung enggan makan sahur, mulai dari alasan malas bangun sahur sampai takut gemuk. Ini juga akan berpengaruh kurang baik terhadap kesehatan, karena persediaan energi untuk siang hari sangat terbatas, hanya cukup untuk dua sampai tiga jam setelah bangun tidur.

Jangan Berbuka Berlebihan
Pola makan salah juga banyak dilakukan sewaktu berbuka puasa. Ini tidak hanya menimbulkan problem berat badan, tetapi juga gangguan pencernaan, yang pada gilirannya pun mengganggu kenyamanan berpuasa. Pola makan salah tersebut sebaiknya ditinggalkan dan ubahlah dengan pola yang lebih rasional, agar tidak menimbulkan berbagai keluhan dan gangguan kesehatan sewaktu berpuasa. Beberapa hal yang dianjurkan:

  • Jangan makan berlebihan sewaktu berbuka puasa. Atau mengawali buka puasa dengan minum air es, es teh, atau es sirop dalam jumlah besar, karena rasa haus yang tak tertahankan. Itu justru merugikan, karena menimbulkan rasa kenyang, sehingga enggan untuk makan secara layak.
  • Sewaktu berbuka puasa, hendaknya tidak makan dan minum secara berlebihan. Pilihlah hidangan yang manis dan mudah dicerna. Makanan yang demikian terdiri atas karbohidrat sederhana. Dapat dipilih sesuai selera, misalnya kolak, setup kolang-kaling, bubur kacang hijau. Tetapi, sekali lagi, jangan berlebihan. Selain tidak mengejutkan alat pencernaan yang telah beristirahat sekitar 14 jam, kelompok makanan tersebut mampu segera menormalkan kadar gula darah yang rendah sewaktu berpuasa.
  • Sehabis shalat Maghrib, kira-kira setengah jam kemudian, barulah makan nasi dengan lauk pauknya, dan sangat dianjurkan berupa makanan yang mudah dicerna. Dua jam kemudian, setelah shalat Tarawih, dapat dilanjutkan dengan hidangan yang masih tersisa.


*Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan pada Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro

Last Updated on Friday, 20 July 2012 16:13
 
DHAKA EXPEL THE ROHINGYA REFUGEES PDF Print E-mail
Friday, 20 July 2012 10:23

Bangladesh, whose moslem population is nearly 90 percent, expel the Rohingya refugees, which are also moslems.

 
DHAKA MENOLAK MENAMPUNG SAUDARA SEIMAN! PDF Print E-mail
Thursday, 19 July 2012 12:25

majalah islam, majalah islam online, majalah alkisahSungguh memprihatinkan, Bangladesh, yang hampir 90 persen penduduknya adalah muslim, mengusir para pengungsi, yang nota bene saudara seiman, Islam, kembali ke Myanmar.

 
CITRA SBY TERNODA PDF Print E-mail
Wednesday, 18 July 2012 13:27

majalah islam, majalah islam online, majalah alkisahNU adalah organisasi keagamaan yang besar, bahkan terbesar di Indonesia. Apa yang dilakukan protokoler kepresidenan sungguh tidak bijak. Dan ini, tidak bisa tidak, berdampak pada citra Presiden SBY.

 
KEJAHATAN ISRAEL DIPAPARKAN MIZAN CENTER DI DEPAN TPF PBB PDF Print E-mail
Tuesday, 17 July 2012 17:03

majalah islam, majalah islam online, majalah alkisahData-data tersebut di antaranya memuat jumlah korban meninggal, rumah-rumah yang luluh lantak, tanah-tanah pertanian yang diratakan, juga bengkel-bengkel, pabrik-pabrik, dan pertokoan yang dihancurkan.

 
SEMAKIN MENDESAK, PARPOL BERSIH-BERSIH PDF Print E-mail
Tuesday, 17 July 2012 15:51

majalah islam, majalah islam online, majalah alkisahBagaimanapun, mengintat peran partai politik yang merupakan keniscayaan di dalam negeri yang demokratis, parpol tetap harus ada. Hanya saja, tidak bisa tidak, partai politik harus bersih dari para munafik. Atau bandit, meminjam kata-kata Sutrisno Bachir.

 

 
«StartPrev101102103104105106107108109110NextEnd»

Page 103 of 115